.Provider Outbound Di Jawa Timur - Outbound Training Surabaya

Jasa Outbound yang ada di Surabaya, Sidoarjo, Pacet, Trawas, Tretes, Malang, Batu, Bromo, Dapatkan Paket Outbound yang terbaik dan Lokasi yang rekomendasi di Jawa Timur hanya dengan Outbound Timur Langit. Info. 081231382110 / 081333517815.

Sabtu, 19 Februari 2011

Teknik Mendayung Dalam Olah Raga Rafting

1. TEKNIK MENDAYUNG
Secara umum perahu karet dikendalikan dengan dua cara :
- Hanya seorang yang mendayung dengan dua buah dayung panjang. Pendayung itu sekaligus berfungsi sebagai kapten di perahu tersebut. Sistem ini disebut OAR TECHNIQUES.
- Seluruh awak mendayung dan seorang sebagai kapten. Sistem ini disebut PADDLERAFT TECHNIQUES . Dan selanjutnya teknik inilah yang akan dijelaskan disini.

1.1. MENGATUR POSISI DUDUK PADA PERAHU KARET
Duduk di perahu karet sebenarnya tidak ada aturan mutlak, karena tergantung dari rasa keseimbangan dan kenyamanan yang dipunyai oleh tiap awak perahu. Namun begitu cara duduk yang dikenal selama ini ada dua : Pertama dengan duduk seperti menunggang kuda (Cowboy style) dimana kedua kaki menjepit lingkaran tabung udara perahu. Sedang cara kedua adalah seperti orang perempuan duduk membonceng sepeda motor, dimana kedua kaki masuk ke bagian dalam perahu.
Bagi awak perahu yang memilih duduk dengan cara cowboy style harus selalu waspada dan segera menarik kaki bagian luar ke dalam ketika perahu akan menabrak batu. Pada pengaturan posisi awak perahu diusahakan membagi kekuatan secara seimbang antara kedua sisi perahu, dan bila jumlahnya ganjil, maka ada yang duduk di buritan perahu untuk bertindak sebagai kapten dan mengemudi, mengarahkan perahu ketika satu sisi atau lainnya mendayung tidak serempak.

1.2. GERAK DAN ARAH MENDAYUNG
Dalam mendayung tidak perlu berlebihan tanpa arah yang tepat. Tetapi kalau memang dibutuhkan tambahan kecapatan, maka masukkan gagang dayung ke dalam air dan kayuh dengan tenaga penuh. Pada kesempatan ini otot perut dan tangan dikerahkan untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efektif.
Gerakan dan arah mendayung yang perlu dipahami oleh semua awak perahu adalah sebagai berikut :

1.2.1. Dayung Maju (Forward Strokes)
Dimulai dengan mendorong daun dayung ke muka dengan tangan sebelah luar. Kemudian tahan sebentar posisi ini dengan kuat dorong pegangan dayung ke muka untuk menekan daun dayung dalam-dalam ke air. Lanjutkan mendayung dengan mendorong pegangan sekaligus menarik gagang dayung, dengan mempertahankan daun dayung pada sudut yang benar sehingga dayung berada di bawah pantat. Keluarkan daun dayung kemudian putar daun dayung sejajar permukaan air. Ulangi lagi. Ini sering disebut dengan dayung kuat. Jenis mendayung maju lain adalah dengan menempatkan dayung lebih ke luar.
1.2.2. Dayung Balik (Back Stroke)
Kebalikan dari forward stroke. Celupkan daun dayung ke dalam air sehingga jauh ke belakang pantat, kemudian dorong gagang ke muka sambil menarik pegangan ke belakang dan gerakan ini berakhir ketika daun dayung berada pada posisi awal dayung maju.

1.2.3. Dayung Tarik (Draw Stroke)
Dilakukan dengan menancapkan daun dayung jauh ke samping dan kemudian tarik ke arah perahu dengan lurus.

1.2.4. Dayung Menyamping (Pry Stroke)
Merupakan kebalikan dari dayung tarik dan merupakan pelengkap untuk mengendalikan perahu dan biasanya dilakukan kapten yang duduk di buritan untuk mengendalikan perahu.
Mengingat perlunya komunikasi yang seragam antar awak perahu dengan kapten, secara sepakat harus disetujui adanya sejumlah komando ulang jelas dan singkat :
1. Maju, semua mendayung maju.
2. Kuat, semua mendayung kuat.
3. Dayung balik, semua mendayung balik.
4. Belok kanan, sebelah kanan mendayung balik, sebelah kiri mendayung maju.
5. Belok kiri, sebelah kiri mendayung balik, sebelah kanan mendayung maju.
6. Tarik kanan, sebelah kanan dayung tarik, sebelah kiri dayung menyamping.
7. Tarik kiri, sebelah kiri dayung tarik, sebelah kanan dayung menyamping.

Kamis, 03 Februari 2011

13 Sungai Di Indonesia Yang Sering Di Pakai Arung Jeram / Rafting

1. Aceh- Sungai Alas .
ciri : kategori kelas 2-3 kiri kanan hutan lebat , sawah atau perkebunan. di salah satu titik, yakni desa ketambe,pelaku arum jeram, kalau beruntung bisa bertemu dengan orang utan. pengarungan sungai bisa 2 hari .

2. Sumatera Utara-Sungai Asahan
ciri : jenis sungai berbatu, lebar dengan jeram yang besar. kelas sungai 5, sehingga benar benar menantang. lokasi sungai ini beberapa kali dijadikan tempat kejuaraan nasional maupun internasional. kiri kanan hutan .

3. Sumatera Barat-Sungai Batang Kuantan, Sijunjung .
ciri: sungai lebar jeram besar pemandangan kiri kanan alam liar dan tebing tebing . kelas sungai mencapai 2-4 memerlukan perjalanan 2 har untuk mengarunginya .

4. Jambi-Sungai Musi Rawas dan Enim .
ciri : sungai datar kelas 2 sulit dicapai karena tempatnya kecil. peserta arung jeram bisa mampir kedesa desa yang dilaluinya .

5. Jawa Barat-Sungai Citarik dan Citatih Sukabumi,Cimanuk dan Cikandang Garut Cisadane Bogor .
cirinya : sungai berbatu pemandangan kanan kirisawah di selingi permukiman kelas sungai 2-4 akses mencapai lokasi sangat mudah .

6. Jawa Tengah-Serayu, Banjanegara Progo dan Elo Magelang .
ciri : kelas sungai serayu dan elo 2-3 sedangkan progo adalah 5. serayu memiliki pemandangan indah dengan jeram berbatu sedangkan jalur progo memberi tantangan yang lebih .

7. Jawa Timur-Pakalen Probolinggo Kasembon Malang, Kromong Mojokerto
ciri: ciri khas sungai di jawa timur memiliki lebar yang sempit. pakalen adalah jenis sungai berbatu dengan pemandangan kanan krii hutan jati .ada beebrapa bagian dengan sisi tebing terlihat sehingga seperti lembah sedangkan kesembon sempit sekali.

8. Bali-Ayung-Unda Telaga Wajah
ciri sungai : sungai ayunh di gunakan oleh sejumlah operator sehingga ramai sepanjang tahun. pada tahun 1990an masih memiliki pemandangan kiri kanan sawah sekarang sudah banyak permukiman. jenis sungai di bali rata rata berbatu dan sempit namun rata rata pemandangan kiri kanan sawah dengan terasering sehingga terlihat rapi .

9. Kalimantan Timur-Tubu,Malinau,Boh,Mahakam,Pujungan,Bahan Hulu .
ciri : akses menuju entry point sulit , namun pemandangnannya luar biasa indah . ad hutan liar penduduk jarang di temui. namun sesekali anda bisa bertemu dengan penduduk dan menginap sekaligus belajar budayanya .untuk mencapai sungai boh bahkan harus menaiki pesawat kecil berpenumpang 4 orang. tak mengheran kan berarung jram di lokasi ini membutuhkan biaya yang sanagt tinggi tapi pengalaman yang di dapat sanagt berlimpah .

Mahakam adalah jalur yang asyik untuk dilalui karena jeramnnya besar tapi datar . aa pengalaman unik dengan kupu kupu warna warni yang mengerubungi badan. namun untuk mengarunginya membutuhkan pengetahuan dan teknik yang memadai dan sepanjang sungai bnyak pohon buah buahan trgantung musimnya .

10. Kalimantan Selatan-Kelayan .
Ciri: mengarungi sungai bukan dengan perahun karet melainkan dengan perahu kayu yang diorganisir oleh masyarakat setempat yang dibina LSM, banyak pelajaran yang dipetik diataranya tentang kearifan lama dengan pola pertanian organik dengan mengerahkan kerbau untuk membajak sekaligus memupuk . daerah iini terkenal dengan beras organik adan , ada tur daerah setempat dan kegiatan treeking digunung karena ecotourism sudah di tata disini . aksesnya memang sulit dan memang lebih ditujukan untuk turis dengan minat kusus .
sebuah penelitian mengungkapkan banyak reptil yang tidak ada di tempat lain .

11. Sulawesi Utara-Ranoyapo Nimanga .
cirinya kelas 2-3 dengan kiri kanan hutan .

12. Sulawesi Selatan-Rongkong,Sadan,Lariang .
kelas sungai 3+ di rongkong dan lariang tapi sadan kelas 2-4 untuk mencapainya harus melakukan off-road .

13. Irian Jaya-Mamberamo